Diumumkannya dua celah keamanan PHP2Shell pada 21 Oktober 2026, membuat kekhawatian beberapa pihak, termasuk pengelola jurnal ilmiah yang menggunakan Open Journal Systems (OJS), Karena aplikasi yang dikembangkan oleh Public Knowledge Project (PKP) ini menggunakan PHP.
Oleh karena itu, Public Knowledge Project (2026) turut memberikan respon melalui PKP Community Forum, bahwa PHP2Shell
merupakan kerentanan pada PHP, bukan pada kode OJS.
PHP adalah bahasa pemrograman yang digunakan untuk
menjalankan berbagai fungsi OJS. Oleh karena itu, meskipun kerentanan PHP2Shell
tidak ditemukan pada kode OJS, website jurnal tetap berpotensi terdampak
apabila menggunakan PHP yang rentan. Perbaikannya perlu dilakukan pada tingkat
server dengan memperbarui PHP atau memasang patch keamanan, bukan hanya
dengan memperbarui aplikasi OJS (PHP Group, 2026; Public Knowledge Project,
2026).
Bagaimana PHP2Shell Mempengaruhi OJS?
Dalam laporan Wiz Research, Tzadik et al. (2026) menjelaskan
bahwa PHP2Shell memanfaatkan kelemahan pada inti PHP yang dalam kondisi
tertentu memungkinkan penyerang menjalankan kode dari jarak jauh tanpa
autentikasi (remote code execution atau RCE).
Karena OJS dijalankan menggunakan PHP, instalasi OJS dapat
menghadapi risiko tersebut apabila lingkungan PHP yang digunakan belum menerima
perbaikan keamanan.
Pada Gambar 1 terlihat hubungan OJS 2 dan OJS 3 dengan PHP
pada lingkungan server. Kerentanan PHP2Shell berada pada komponen PHP yang
digunakan untuk menjalankan aplikasi, bukan pada kode OJS itu sendiri.

Gambar 1. Hubungan
OJS dengan PHP dalam lingkungan server (Ilustrasi berdasarkan informasi PHP
Group dan Public Knowledge Project)
Catatan: Kerentanan PHP2Shell berada pada komponen PHP yang
digunakan untuk menjalankan aplikasi, bukan pada kode OJS itu sendiri
Perbedaan Kondisi OJS 2 dan OJS 3
Berdasarkan dokumen Security Policy pada repositori
resmi PKP, dukungan terhadap OJS 2.x telah berakhir pada 2021. Sementara itu,
OJS 3.0, 3.1, dan 3.2 juga telah melewati masa dukungan. Cabang OJS 3 yang
lebih baru memiliki kebijakan pemeliharaan yang berbeda (Public Knowledge
Project).
Kondisi tersebut perlu jadi perhatian terutama pada website
jurnal yang masih menggunakan OJS dan PHP versi lama. Tabel 1 merangkum
perbedaan kondisi OJS 2 dan OJS 3 dalam kaitannya dengan PHP2Shell.
Tabel 1 Perbandingan kondisi OJS 2 dan OJS 3
terkait PHP2Shell
|
Aspek |
OJS 2 |
OJS 3 |
|
Potensi
terdampak PHP2Shell |
Ada |
Ada |
|
Kerentanan
berasal dari kode OJS |
Tidak |
Tidak |
|
Status
dukungan |
Berakhir |
Bergantung
pada versi |
|
Pembaruan PHP |
Perlu
memperhatikan kompatibilitas |
Perlu
memperhatikan kompatibilitas |
|
Penanganan
utama |
Patch PHP dan
rencana migrasi OJS |
Patch PHP dan
pembaruan OJS bila diperlukan |
Meski demikian (Tabel 1), penggunaan OJS 2 atau OJS 3 tidak otomatis
menunjukkan bahwa website dapat dieksploitasi. Risiko yang dihadapi tetap
bergantung pada versi PHP, konfigurasi server, dan status patch keamanan.
Apakah Data Jurnal Dapat Terancam?
Tzadik et al. (2026) melaporkan bahwa eksploitasi PHP2Shell
pada lingkungan tertentu dapat memungkinkan penyerang menjalankan kode pada
server atau memperoleh informasi sensitif dari memori proses PHP.
Apabila eksploitasi serupa berhasil pada server OJS,
informasi konfigurasi aplikasi, kredensial database, dan berkas jurnal yang
dapat diakses oleh proses PHP berpotensi ikut terancam.
Namun begitu, potensi tersebut merupakan analisis
berdasarkan karakteristik kerentanan PHP2Shell, bukan bukti bahwa instalasi OJS
tertentu telah mengalami kebocoran data.
Apa yang Perlu Dilakukan Pengelola OJS?
Dalam pemberitahuannya, Public Knowledge Project (2026) menganjurkan
pengelola jurnal yang menggunakan hosting mandiri untuk berkoordinasi dengan
penyedia hosting agar memastikan pembaruan keamanan PHP telah diterapkan.
Beberapa penyedia hosting juga ambil langkah cepat dalam
merespon hal ini, untuk menenangkan pelanggan, dengan cara memberikan
pemberitahuan, “Bahwa hosting telah menerapkan perbaikan tersebut ke seluruh layanan
hosting guna lapisan perlindungan tambahan” seperti yang terlihat pada Gambar
2.

Gambar 2, Pengumuman
Pembaruan Kerentanan PHP yang baru
PHP Group (2026) menyediakan perbaikan melalui PHP 8.2.35,
8.3.36, 8.4.27, dan 8.5.12. Untuk instalasi yang menggunakan PHP lebih lama. Pastikan
melakukan kompatibilitas sebelum memperbarui PHP, terutama jika masih
menggunakan OJS versi lama.
Oleh karena itu, penanganan PHP2Shell pada OJS tidak cukup
dilakukan hanya dengan memperbarui aplikasi. Pemeriksaan dan perbaikan PHP pada
server tetap menjadi langkah utama.
Daftar Pustaka
PHP Group. (2026). Security advisory: Critical remote code
execution vulnerabilities, update now. https://www.php.net/archive/2026.php
Public Knowledge Project. (n.d.). Security policy. GitHub. https://github.com/pkp/ojs/blob/main/SECURITY.md
Public Knowledge Project. (2026). PKP websites downtime /
PHP emergency security fixes, October 21, 2026. PKP Community Forum. https://forum.pkp.sfu.ca/t/pkp-websites-downtime-php-emergency-security-fixes-october-21-2026/98976
Tzadik, S., Tamari, S., Ohfeld, N., & Schwartz, T. (2026).
PHP2Shell: AI uncovers critical RCE vulnerabilities affecting 70% of the
Internet. Wiz. https://www.wiz.io/blog/php2shell-php-rce















